Makalah ayat-ayat tentang adat dan tradisi

MAKALAH AYAT-AYAT PENDIDIKAN

 “Tradisi Dzikir Kaum Nahdliiyin”

  1. I.       Pendahuluan

Sering kita menghadiri pemakaman yang kemudian diumumkan jam pelaksanaan tahlilan selama 7 hari untuk mendoakan sang jenazah. Hal tersebut masih menjadi perdebatan diantara umat Islam, ada yang sebagian mengatakan bid’ah karena tidak dilakukan pada zaman rosulullah, namun ada yang mengatakan boleh karena niat dan tujuannya baik.

Salah satu golongan yang memperbolehkan, bahkan menjadi amalan (seperti wajib) adalah golongan yang menyebut dirinya kaum Nahdliyin. Mereka mempunyai berbagai dasar yang menjadikan tahlil sebagai suatu tradisi bahkan cirri khas mereka. adapan dasar-dasar tersebut akan diuraikan dalam pembahasan.

 

  1. II.    Pembahasan

Ada beberapa golongan yang mengatakan bahwa tahlil adalah bid’ah karena tidak dilakukan oleh rosulullah dan merupakan ajaran tinggalan agama Hindu dan Budha, namun sebagaian laian (kaum Nahdliyin) melaksanakannya, bahkan menjadi cirri khasnya.

Apabila ditilik dari sejarah bangsa Indonesia memang dahulu sebagaian besar kerajaan-kerajaan besar adalah menganut agama Hindu dan Budha, bahkan ada yang hanya Animisme dan Dinamisme. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa walisongo dalam Da’wah Islamnya mempadupadankan dengan berbagai budaya yang ada di daerah tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena Islam merupakan agama yang halus bukan dengan Da’wah pertumpahan darah yang selama ini diyakini golongan Non-Muslim. maka terciptalah wayang dan lain-lain. hal tersebut merupakan tradisi non- Muslim, yang diakulturasikan dengan ajaran-ajaran Islam. maka, bolehlah bagi kaum selain Nahdliyin mengatakan bahwa tahlil merupakan tinggalan ajaran Hindu dan Budha, namun perlu di ingat pula, bahwa hal tersebut telah dirubah dengan berbagai ajaran Islam.

Adapun dasar-dasar yang bias digunakan untuk membenarkan pelaksanaan tahlil adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

  1. Hadits Tentang Keutamaan majelis zikir
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. (Shahih Muslim No.4854)

 

Dari hadits tersebut saja sudah terlihat, betapa Allah dengan gampangnya mengampuni orang yang penuh dosa hanya karena orang tersebut mau memohon ampun dalam majelis zikir.

pada prinsipnya tujuan zikir dan tahlil adalah sama, yakni mengingatNya, mengagungkanNya, memohon perlindungan dan memohon ampunanNya. Jadi, dengan hadits ini harusnya para penentang tahlil tahu bahwa yang mereka pertentangkan adalah sama-sama mereka kerjakan.

Ada pula dasar lain yang menguatkan posisi Tahlil sebagai amalan umat Islam:

 

  1. B.     Keutamaan membaca tahlil, membaca tasbih dan berdoa
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membaca: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”, setiap hari sebanyak seratus kali, maka dia akan mendapat pahala yang sama besarnya dengan membebaskan sepuluh orang budak dan akan dicatat untuknya seratus kebajikan serta dihapus darinya seratus keburukan. Baginya hal itu adalah satu perlindungan dari setan mulai dari pagi hari sampai sore. Tidak ada seorang pun yang lebih utama dari orang yang melakukan hal itu kecuali orang yang lebih banyak dari itu. Barang siapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya”, sebanyak seratus kali setiap hari, maka akan terhapuslah semua dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. (Shahih Muslim No.4857)
  • Hadis riwayat Abu Ayyub Al-Anshari ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Barang siapa yang membaca: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, Yang tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”, sebanyak sepuluh kali, maka dia laksana orang yang telah memerdekakan empat orang budak dari putra Ismail. (Shahih Muslim No.4859)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Dua kalimat yang ringan untuk diucapkan, tetapi berat dalam timbangan dan disukai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: “Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci

 

Hadits-hadits tersebut memberikan pancingan kepada umat Islam agar senantiasa mengingatNya, dengan berbagai limpahan pahala dan jaminan kenikmatan surgawi yang kekal. Maka bagi orang-orang yang masih mempertentangkan keberadaan tahlil disekitar kita, hendaknya mempertimbangkan kembali tindakannya. bukankah semuanya pada intinya pada satu point yakni Allah.

 

  1. C.    Hadits Tentang Doa ketika tertimpa kesusahan
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
    Bahwa Nabi saw. ketika tertimpa Kesusahan, beliau berdoa: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan Yang Memiliki Arsy nan Agung, tidak ada Tuhan selain Allah Tuhan segenap langit, Tuhan bumi serta Tuhan Arsy nan Mulia”. (Shahih Muslim No.4909)

 

Hadits tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan Rasulullah, apabila dalam kesusahan beliau juga berzikir, bahkan malah memperbanyak zikir tersebut. seperti ketika beliau di tinggal 2orang yang paling beliau sayanagi Istri dan pamannya) beliau sedih, tapi Allah menghiburnya dengan memberikan hadiah terbesar yakni Isro’ Mi’roj. Perbedaan dengan kita adalah apabila rasulullah dihibur langsung oleh Allah, kalau kita sesame manusia dan salah satu caranya yakni dengan membacakan tahlil dengan tujuan mengingatkan kepada yang ditinggalkan bahwa semuanya akan kembali padaNya.

 

 

 

 

 

  1. III.  Kesimpulan

Pelaksanaan tahlil yang terjadi dimasyarakat telah menjadi adat atau tradisi khususnya kaum Nahdliyin, karena beranggapan bahwa tahlil merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Rabbnya dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan si mayit dengan memberikan ilmu bahwa segala sesuatu didunia akan kembali padaNya, hal tersebut dilaksanakan dengan berbagai dasar hadits rasulullah. Namun ada sebagian kelompok Islam yang tidak membenarkan hal tersebut dengan alasan bid’ah atau merupakan ajaran peninggalan Hindu dan Budha.

 

 

 

Sumber Hadits : http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND

 

.:: HaditsWeb ::.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s